Kilas Balik Geger “The Dress”, Jangan Sampai Tertipu Warna!

Category : Tekno

KOMPAS.com – Masih ingatkah Anda dengan perdebatan dan spekulasi warna gaun yg menggegerkan dunia maya sesuatu tahun dulu dalam tagar #TheDress? Ya, fenomena itu menjadi viral setelah media online Buzzfeed meminta pendapat pembaca buat menebak warna gaun yg diunggah pemilik akun “swiked” di Tumblr.

Saat itu, dunia internasional geger karena pendapat terbelah beberapa soal warna gaun tersebut, merupakan hitam-biru dan putih-emas. Setelah jajak pendapat, hasil akhir memamerkan bahwa 72 persen responden melihat gaun itu berwarna putih dan emas. Responden selebihnya menyebut hitam dan biru.

Ternyata, pendapat mayoritas responden itu salah. Jawaban yg benar adalah biru dan hitam. Setelah ditelusuri banyak pengguna internet, gaun tersebut dijual di situs web Roman Originals. Lalu, apa yg membuat banyak mata salah mengenali warna gaun ini?

Tim analisis situs web Wired menjabarkan fakta ilmiah tentang kegegeran tersebut. Warna, seperti penjelasan dalam situs itu, berhubungan erat dengan mata dan otak manusia bagi mencernanya. Mereka juga menggunakan pendekatan biologi, merupakan proses manusia melihat benda buat mendapatkan penjelasan ilmiah.

Tangkapan warna di retina

Dalam mekanisme penglihatan, mata manusia membutuhkan cahaya bagi menangkap warna yg diteruskan ke otak agar dapat mencernanya. Lalu, otak mulai menerjemahkan warna berdasarkan panjang gelombang cahaya.

Namun, kemampuan individu buat menangkap warna benda tidak terus sama. Terlebih lagi, gaun itu bukan dilihat secara fisik melainkan melalui media tayang?smartphone, personal computer (PC), atau televisi?yang berbeda-beda. Melalui medium perantara digital, warna tangkapan retina juga ditentukan oleh kemampuan media tayang mereproduksi warna.

Media digital pada umumnya memakai spektrum warna dasar digital merah, hijau, dan biru (RGB). Chart spektrum warna memperlihatkan bahwa kurva biru memiliki gelombang warna lebih pendek dibanding hijau dan merah, sehingga kemampuan retina menangkap warna merah dan hijau lebih gampang dibanding melihat biru. Nah, inilah yg menjadi alasan mengapa banyak orang tidak terus dapat menangkap gelombang kurva warna biru.

Arsip kawankumagz.com Spektrum warna dasar digital

Untuk menampilkan warna sesuai aslinya, media tayang digital turut mengembangkan teknologi resolusi dan kekayaan warna  dalam perantinya. Televisi digital, misalnya, sejak awal diluncurkan telah mengalami dua kali pengembangan.

Dulu, televisi digital cuma membenamkan tiga warna dasar RGB buat mereproduksi warna. Lalu, sejalan dengan perkembangan teknologi, warna dasar digital di televisi juga berkembang hingga bisa mereproduksi jutaan warna.

Televisi Viera dari Panasonic, misalnya, bahkan milik teknologi hexa chroma drive menggunakan enam warna dasar—merah, hijau, biru, cyan, magenta, dan kuning—untuk meracik tampilan warna semendekati aslinya. Tampilan yg dihasilkan pun semakin alami.

Perbedaan media tayang mampu saja membuat warna baju presenter dalam tayangan berita pagi tadi kelihatan berbeda dengan aslinya. Bahkan, bila Anda meminta pendapat pada orang lain, perkara #TheDress mampu terulang lagi. Karena itu, jangan salah memilih media tayang digital kalau tidak mau tertipu warna.
Sumber: http://tekno.kompas.com

Demikianlah artikel mengenai Kilas Balik Geger “The Dress”, Jangan Sampai Tertipu Warna! , semoga bermanfaat untuk sobat Market Pulsa.

Related Posts