FBI Minta Bongkar IPhone, Hakim Bela Apple

Category : Tekno

KOMPAS.com – Kisruh Apple dan FBI masih selalu berlangsung. Apple diminta menolong proses investigasi FBI atas perkara terorisme yg terjadi di San Bernardino, AS, dua ketika lalu.

Apple tegas menolak karena FBI ingin membobol iPhone yg diduga punya teroris bagi mengakses data di dalamnya.

Perusahaan gadget berlambang buah apel tergigit itu tidak mau mengkhianati komitmen keamanan privasi pengguna. Sikap Apple menuai kontroversi di tengah masyarakat.

Salah sesuatu yg mendukung aksi Apple -selain sesama perusahaan teknologi- adalah Hakim Federal di New York, AS, James Orenstein.

Hal ini cukup mengejutkan. Sebelumnya, kubu lembaga hukum dan pemerintahan di AS seakan kompak menekan Apple agar mau membuka akses enkripsi iPhone, sebagaimana dilaporkan Business Insider dan dihimpun KompasTekno, Selasa (1/3/2016).

Keberpihakan Orenstein ke Apple tentu bak ikan yg berenang melawan arus. Ia menyampaikan FBI dan pemerintah AS tidak mampu memaksa Apple membuka pintu belakang akses enkripsi.

“Saya menyimpulkan bahwa tak ada faktor-faktor kuat bagi memaksa Apple menolong penyelidikan pemerintah. Oleh karena itu aku menolak inisiasi pemerintah,” kata Orenstein dalam putusan perkara pengedaran narkoba di Brooklyn, New York.

Ya, Orenstein tidak berbicara spesifik buat masalah di San Bernardino. Putusannya mengacu pada perkara pengedaran narkoba di Brooklyn oleh bandar bernama Jung Feng sejak Oktober 2015 silam.

Sama seperti masalah di San Bernardino, FBI meminta bantuan hukum bagi menekan Apple membuka akses enkripsi pada iPhone Feng. Lama bergulir, akhirnya keputusan Hakim diketok palu.

Dengan ini, khusus bagi Brooklyn, Apple dinyatakan menang. Bagaimana dengan perkara San Bernardino? Belum jelas seperti apa ujungnya.

Sumber: http://tekno.kompas.com

Demikianlah artikel mengenai FBI Minta Bongkar iPhone, Hakim Bela Apple, semoga bermanfaat untuk sobat Market Pulsa.

Related Posts