China Ingin Caplok “Browser” Opera Rp 16 Triliun

Category : Market Pulsa

KOMPAS.com – Opera mendapat tawaran akuisisi dengan nilai yg sangat menggiurkan dari sekelompok perusahaan yang berasal China.

Perusahaan yang berasal Norwegia yg terkenal dengan aplikasi peramban (browser) itu mengumumkan sudah ditawarkan uang sebesar 1,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16,1 triliun buat melepas 100 persen sahamnya.

Nilai itu sendiri bernilai 53 persen lebih tinggi atau senilai 71 kroner (8,28 dollar AS) per lembarnya pada sesi penutupan perdagangan saham pada 4 Februari lalu.

Tawaran pembelian 100 persen saham itu sendiri tiba dari sebuah grup yg terdiri dari perusahaan software Kunlun dan Qihoo 360, yg didanai oleh Golden Brick dan Yonglian.

Sebagaimana KompasTekno rangkum dari Mashable, Rabu (10/2/2016), dewan direksi Opera menyarankan kepada pemegang saham buat menerima tawaran tersebut.

“Ada logika yg kuat dan strategis bagi akuisisi Opera oleh konsorsium tersebut,” ujar Lars Boilsen, CEO Opera.

“Kepemilikan oleh konsorsium tersebut mulai memperkuat posisi Opera buat melayani pengguna dan rekanan dengan inovasi yg lebih baik, dan buat rencana akselerasi dan peningkatan,” tambahnya lagi.

Apabila akuisisi tersebut tercapai, Kunlun dan Qihoo 360 berharap bisa lebih leluasa memasarkan produknya ke pengguna Opera. Sementara itu, untuk Opera, dapat lebih meningkatkan platform periklanannya di China.

Pada pertengahan tahun 2015, Opera mengklaim sudah berhasil meraih 800 juta pengunjung unik setiap bulannya, salah sesuatu yg terbesar ketika ini.

Meskipun begitu, keuangan Opera sendiri tak memamerkan prestasi yg menggembirakan. Pangsa pasar browser miliknya kalah bersaing dengan perusahaan besar seperti Google dan Mozilla. Penjualan iklan di jaringannya pun tak begitu baik.
Sumber: http://tekno.kompas.com

Demikianlah artikel mengenai China Ingin Caplok “Browser” Opera Rp 16 Triliun, semoga bermanfaat untuk sobat Market Pulsa.

Related Posts